HealthcareUpdate News

Mengapa Tempe dan Makanan Fermentasi Baik untuk Tubuh?

Makanan fermentasi seperti tempe sangat bermanfaat untuk tubuh karena kaya probiotik, meningkatkan penyerapan nutrisi, sekaligus mendukung sistem imun dan pencernaan.

Tempe menjadi primadona di meja makan sehat Indonesia karena selain kaya protein nabati, proses fermentasinya juga menghadirkan probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan. Menurut pakar, transformasi kedelai melalui fermentasi menghasilkan mikroba seperti bakteri asam laktat yang dapat meningkatkan keseimbangan mikrobiota usus.

Salah satu manfaat paling signifikan dari tempe adalah berkurangnya kandungan asam fitat—senyawa yang biasanya menghambat penyerapan mineral seperti zat besi dan seng. Fermentasi membantu menurunkan kadar asam fitat, sehingga mineral penting dari kedelai menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain itu, tempe hasil fermentasi juga bisa mengandung vitamin B12, nutrisi yang selama ini identik dengan produk hewani.

Tidak hanya untuk pencernaan, makanan fermentasi seperti tempe pun berpotensi mendukung kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi tempe secara rutin dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) karena kandungan protein dan senyawa antioksidannya.

Selain tempe, ada banyak makanan fermentasi lain yang turut memberi manfaat kesehatan. Yogurt misalnya, merupakan salah satu sumber probiotik terbaik yang terbukti baik untuk sistem pencernaan dan imunitas. Kimchi — hidangan sayur fermentasi khas Korea — kaya akan bakteri Lactobacillus dan juga mengandung vitamin, serat, serta antioksidan.

Makanan fermentasi tradisional lain seperti miso dan natto juga patut diperhitungkan. Miso, hasil fermentasi kedelai dengan jamur Aspergillus, memiliki kandungan vitamin K, enzim, dan mikroba yang membantu pencernaan dan memperkuat sistem imun. Natto – kacang kedelai fermentasi khas Jepang – diketahui kaya probiotik dan dapat berfungsi mendukung kesehatan tulang serta jantung.

Read More  Sering Begadang Bisa Merusak Fungsi Ginjal, Ini Penjelasan Ahli

Proses fermentasi pada makanan juga membantu mengurai antinutrien seperti fitat dan lektin yang umumnya terdapat dalam bahan nabati mentah. Dengan demikian, konsumsi makanan fermentasi bisa meningkatkan ketersediaan nutrisi esensial sekaligus memperkuat sistem imun.

Namun, meskipun fermentasi membawa banyak manfaat, ahli gizi menyarankan agar menerapkannya dengan bijak dalam pola makan. Variasi jenis makanan fermentasi penting agar mendapatkan ragam jenis probiotik yang berbeda. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa beberapa produk fermentasi dapat mengandung garam tinggi (misalnya kimchi) atau tidak cocok bagi orang tertentu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Back to top button